Stop Phubbing untuk Kebaikan Bersama

Stop Phubbing untuk kebaikan bersama
Sumber Gambar Shutterstock

Stop Phubbing Untuk Kebaikan Bersama-Istilah phubbing pertama kali di kemukakan oleh seorang mahasiswa berkebangsaan Australia-Alex Haigh-yang magang di perusahaan periklanan bernama McCann. Karena sudah menjadi fenomena yang sangat umum, kata phubbing sudah masuk ke dalam kamus Bahasa Inggeris. Perusahaan periklanan tersebut bersama Macquarie Dictionary mengundang para lexicographers (editor/penyusun kamus), penulis buku dan puisi untuk memperkenalkan kata phubbing di media dengan kampanye Stop Phubbing.

Phubbing didefenisikan sebagai perilaku tidak mengindahkan orang lain, perhatian perilaku phubbers (orang yang melakukan phubbing) sepenuhnya tertuju terhadap gadget yang ada digenggamannya.  Atau dengan kata lain sebuah tindakan seseorang yang sibuk sendiri dengan gadget di tanggannya, sehingga tidak perhatian lagi kepada orang yang berada di sekitarnya. Bisa juga dikatakan phubbing adalah sikap anti sosial. Sangat ironis karena melakukan hubungan dengan orang lain lewat media social akan tetapi mengabaikan orang yang sedang bersama dan dekat jaraknya dengang kita.

Fenomena Phubbing
Ketergantungan terhadap gadget tidak dapat dipungkiri. Setiap saat harus terhubung dengan gadget. Selalu melihat dan awas terhadap notifikasi yang masuk dan secepat itu pula ingin merespon notifikasi yang ada. Beberapa fenomena yang terjadi disekitar kita adalah :

  • Saat berjalan, pandangan mata tetap ke gadget yang ada di genggaman
  • Saat berkendaraan, sering terlihat jika berhenti di lampu merah dengan cepat memeriksa gadget, apakah ada notifikasi masuk. Bahkan tidak jarang berhenti dipinggir jalan untuk menjawab panggilan masuk.
  • Saat berkumpul dengan teman atau keluarga, gadget tidak boleh terlalu jauh letaknya dari jangkauan. Bahkan tetap menggenggamnya sambil melihat apakah ada notifikasi masuk

Cara mengatasi phubbing
Tips berikut belum ada riset yang pasti. Akan tetapi mudah-mudahan sedikit banyaknya bias membantu untuk mengurangi phubbing.

  • Memiliki empati, empati yang luas dapat mengurangi phubbing dengan cara mendengarkan dan mengghargai orang lain saat berbicara tanpa melirik ke gadget setiap saat hanya untuk melihat dan membalas notifikasi di media social

  • Simpanlah gadget ke dalam tas ato saku baju, tidak salah juga jika menggunakan silnet mode. Seringkali pembicaraan terganggu dengan nada panggil yang ada. Hal tersebut kadang menyebabkan hilang konsentrasi pembicaraan yang disampaikan orang lain

  • Segera minta ijin kepada lawan bicara untuk menjawab panggilan masuk jika hal tersebut teramat penting
  • Hargai saat-saat kebersamaan dengan teman, keluarga. Jika status teman di media sosial lebih menarik perhatian buat apa kebersamaan yang sedang dijalani saat ini?

  • Tidak salah berterus terang dengan lawan bicara apabila kita berkeberatan dengan sikapnya yang lebih sibuk dengan gadget di tangannya.

Menurut pendapat saya, butuh kesadaran dan usaha yang mungkin tidak mudah untuk merubah dan menghindari phubbing. Akan tetapi bias dilakukan secara perlahan untuk menumbuhkan sikap tidak melakukan phubbing.

Dampak Phubbing

Selain phubbing, menurut situs web mensobsession.com edisi Juni 2018 terdapat beberapa dampak dari smart phone, diantaranya adalah :

Dry eye syndrom, mengamati layar smartphone secara terus menerus mengakibatkan mata kurang berkedip sampai sepertiganya. Hal ini mengakibatkan suatu syndrome mata kering yang dapat mengakibatkan kerusakan pada mata

Text Claw, terdapat rasa nyeri dan kram yang timbul pada jari-jari, pergelangan tangan dan lengan bawah dikarenakan terlalu banyak melakukan kegiatan pengetikan dan menggenggam smartphone.

Nomophobia, yaitu No-mobile-phone-phobia.  Rasa khawatir dan gelisah yang sangat luar biasa yang di alami seseorang akibat jauh dari smartphone, kehabisan baterai, tidak ada paket data atau berada di luar jaringan wi-fi.

Sleep texting, mungkin terdengar aneh, akan tetapi seorang yang sangat kecanduan dengan smartphone dapat berkirim pesan teks dalam keadaan tidur, pada umumnya terjadi pada dua jam pertama tidur.

iPosture, dikarenakan sering menunduk melihat smartphone mengakibatkan beban pada tulang belakang yang bisa menimbulkan nyeri pada bagian leher, kepala dan bahu karena menurut penilitian berat kepala manusia kurang lebih mencapai 5 Kg.

Screen sightedness, Rabun yang terjadi pada mata dikarenakan sering melihat layar ponsel.

Insomnia, Hormon melantonin adalah hormone yang membantu proses tidur. Hormon tersebut dapat terganggu oleh pelepasan cahaya layar smarphone. Cahaya tersebut dapat menekan pelepasan hormone tersebut.

Share Button
Previous Post

6 Cara Praktis Untuk Menghindari Kondisi Keuangan yang Buruk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × two =