Mulutmu Harimaumu, Sekilas Tentang Lirik Lagu “Lathi”

Kowe ra iso mlayu saka kesalahan
Ajining diri ana ing lathi

Saya terheran-heran sejenak di tempat. Mengapa sangat mudah sekali terjadi hiruk pikuk di media sosial terkait sepenggal lirik  lagu di atas? Apakah karena nada lagu Jawa yang dibawakan terlalu kontras perbedaannya dengan bahasa bule? Apakah karena ada sayup-sayup terdengar suara gamelan mengiringi lagu terebut?

Hal di atas baru pemanasan. Keheranan selanjutnya adalah mengapa lagu tersebut dianggap sebagai lagu pemuja setan, memanggil setan, banyak terdapat unsur mistis? Terlalu mudah penilaian itu ditujukan ke lagu tersebut, tidak semudah saat membuat lirik lagu, harus berakting di depan kamera dan rekaman video dengan adegan yang bagus.

Sadarkah teman-teman sekalian sebangsa dan setanah air? Setelah saya telusuri arti lagu tersebut, tidak ada bagian lagu yang bersifat mantra, memuja setan, bahkan sangat jauh dari unsur mistis yang menyeramkan.

Menurut pengarang lagu tersebut, mengisahkan hubungan antara pria dan wanita yang tidak sehat, terjebak ke dalam hubungan percintaan yang menyakitkan, kalau pakai bahasa kerennya toxic relationship. Lantas dimana letak mistisnya?

Komentar warga netizen yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya ikut membuat lagu tersebut menjadi pusat perhatian. Apalagi setelah ada challenge di media sosial dengan segala pernak-pernik dan tingkah laku yang terlibat tersebut membuat lagu ini viral sampai manca negara.

Indonesia sangat luas, ditambah dengan segala keanekaragaman budaya, bahasa serta tingkah laku masyarakat yang menyertai jalan hidup sehari-hari. Video klip Lathi mampu mengangkat nama Indonesia dan salah satu budaya (dalam hal ini Jawa). Terdapat beberapa akting yang mendukung video tersebut. Ada tarian modern, klasik, aksi kuda lumping serta wayang kulit dengan dalangnya menambah nilai seni dari video tersebut.

Kemampuan sang penyanyi (Sara Fajira) dalam melafalkan bahasa Inggris sangatlah bagus, intonasinya pas sekali di pendengaran saya yang memang kurang lancar berbahasa Inggris. Saat sampai dengan lirik bahasa Jawa, sang vokalis kembali dapat melafalkan logat jawanya tanpa kurang sedikitpun, sama sekali tidak canggung.

Saya sempat berfikir apakah lidahnya tidak terkilir karena setelah bernyanyi dengan bahasa Inggris langsung pindah ke bahasa Jawa. Dugaan saya salah, lidah sang vokalis ternyata baik-baik saja.

Dari segi penataan musik, Weird Genius memang benar-benar sangat jenius dalam meracik musik tersebut. Meskipun mengusung genre EDM (Electronic Dance Music), mereka mampu menggabungkan dengan alat music tradisional gamelan dengan perpindahan sangat halus, tidak merusak irama secara keseluruhan jika didengarkan. Saya pribadi sangat suka sekali pada bagian transisi dari ucapan bahasa Inggris ke bahasa Jawa.

Sepengetahuan saya saat belajar kesenian pada masa sekolah, alat musik gamelan tidaklah monopoli suku Jawa saja. Masyarakat Bali, Jawa Barat juga memiliki alat musik tersebut. Harapan saya, suatu saat nanti, bukan tidak mungkin, Weird Genius bisa menggabungkan semua lagu-lagu daerah, dialek kedaerahan di seluruh Nusantara untuk dijadikan sebuah lagu yang bagus dengan racikan aliran musik yang mereka bawa.

Saya mengganggap ini adalah prestasi yang luar biasa bagi bangsa Indonesia lewat tangan seniman musik tanah air. Sebagai pengobat luka atas beberapa kasus yang mencoreng nama Indonesia di mata masyarakat Internasional. Pasti masih ingat kasus beberapa bulan yang lalu, seorang pemuda warga negara Indonesia dijatuhi hukuman seumur hidup karena kasus asusila yang memakan korban sampai ratusan orang.

da lagi berupa kasus pembakaran lahan, menghasilkan asap yang sangat luar biasa. Asap tersebut dapat dinikmati oleh negara tetangga dan gratis. Protes pun berdatangan menuju Indonesia dari negara tetangga karena wilayah mereka terkena dampak asap dalam waktu yang cukup lama. Bisa jadi di benak masyarakat negara tetangga berkata, “Ingat asap ingat Indonesia”

Selain itu, pada masa wabah saat ini, masyarakat internasional menganggap penanganan kasus COVID-19 di dalam negeri tidaklah becus. Antara tenaga medis, masyarakat dan pemerintah dalam menjalankan aturan social distancing seperti tidak satu komando, seolah-olah memiliki persepsi masing-masing. Data yang ada tidaklah akurat dan berbagai macam penilaian negatif lainnya yang harus diterima oleh masyarakat Indonesia.

Kekurangan di satu sisi dapat ditutupi di sisi lain. Karya generasi muda yang kreatip penuh bakat dan pekerja keras mampu membawa nama baik Indonesia di dunia internasional. Mereka muda, penuh energi untuk berkarya. Karya mereka menarik perhatian masyarakat luar negeri.

Jangan katakan lagu tersebut penuh mistis. Pastikan punya karya yang luar biasa bahkan melebihi karya Weird Genius sebelum nyinyir terhadap karya mereka. Ingatlah kawan… mulutmu harimaumu. Harga dirimu ada di ucapanmu.

Share Button
Tags: , , , ,
Previous Post

Tempe, Memang Enak dan Perlu

Next Post

Dengarkan Sampai Selesai, Begitu Seharusnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + 20 =