Minuman Soda dan Permen Sebagai Umpan

menangkap ikan
Sumber Gambar Youtube

Sepengetahuan saya, memancing itu menggunakan umpan. Pada umumnya menggunakan cacing untuk menangkap ikan. Tetapi saat melihat video di Youtube, umpan yang digunakan sangat unik dan berbeda dari selama ini yang saya lihat. Menggunakan minuman soda dan permen.

Cara menggunakannya cukup mudah, karena terlalu mudah tidak ada manual book atau user guidance seperti saat kita membeli barang-barang elektronik.  Pastikan terdapat lubang yang kira-kira ada ikan di dalamnya. Masukkan minuman soda dan permen ke dalam lubang tersebut. Tunggu beberapa saat. Biasanya ada reaksi dari dalam lubang berupa gelembung air. Dan tidak lama kemudian muncul kepermukaan beberapa ekor ikan dengan bermacam ukuran.

Sebagian besar ikan yang diperoleh dengan teknik memancing seperti ini adalah lele, karena teknik ini tidak dapat dipergunakan untuk memancing di laut atau sungai. Lebih cocok dilakukan di darat di sekitar area persawahan dengan mencari lubang tempat ikan. Saat saya menonton video tersebut ikut senang melihat ikan keluar satu persatu dari lubang tersebut. Apalagi diiringi berbagai macam komentar dari pengunjung yang melihat video itu.

Daripada repot beli minuman soda dan permen, bukankah lebih baik langsung beli ikan di pasar? Belum tentu juga ikan yang diperoleh sesuai dengan uang yang dikeluarkan untuk beli umpan. Menurut pandangan saya, permasalahannya bukanlah untung rugi, tetapi kemampuan berpikir dan berkarya untuk memodifikasi umpan pancing adalah hal yang menarik, dan pasti ada kepuasan batin saat ikan muncul ke permukaan dan mendarat empuk ditangan sang pemburu.

Tidak ada pilihan lain bagi ikan-ikan tersebut selain keluar dari lubang, karena reaksi yang terjadi saat air di dalam lubang dicampur dengan minuman soda dan permen tersebut akan mengakibatkan berkurangnya kadar oksigen di dalam air. Begitulah kira-kira algoritma sederhana menangkap ikan dengan umpan minuman soda dan permen.

Kemungkinan besar faktor dorongan iseng dengan dosis yang sangat tinggi menciptakan daya kreatifitas kegiatan menangkap ikan tanpa kail. Dengan umpan yang lain dari biasanya, minuman soda, permen bahkan telur. Saya sangat tertarik dengan umpan tersebut. Tidak pernah lihat sebelumnya kalau mencari ikan bisa semudah itu. Bahkan mungkin bagi ikan itu sendiri, tidak pernah terpikirkan sebelumnya bisa tertangkap dengan mudah.

Biasanya umpan digunakan untuk mendapatkan sesuatu. Saya tertarik membahas kata umpan dalam makna konotatif.  Menggunakan umpan tidak hanya menangkap ikan saja. Bisa jadi umpan juga digunakan untuk hal-hal lain yang menjadi tujuan atau target seseorang. Sesuai perkembangan zaman dan tuntutan situasi dan kondisi, umpan sudah berubah bentuk.

Saat ada hajatan politik (biasanya lima tahun sekali) berlangsung, umpan berubah bentuk menjadi sembako yang dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar dengan tujuan dan harapan agar dapat mendongkrak perolehan suara bagi yang membagikan. Umpan bisa dalam bentuk janji manis, uang dan untaian iming-iming indah, seindah angin surga yang diluncurkan ke target sasaran.

Dalam kondisi seperti itu, tidak ada yang mampu menolak semua umpan yang ada. Masyarakat menerima dengan suka cita. Sambil tersenyum bahagia dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang yang membagikan umpan/bantuan tersebut. Dan bagi yang membagikan umpan, sangat berharap diringi rasa cemas apakah tujuannya tercapai? Apakah perolehan suaranya mencapai target atau tidak? Atau bahkan berpikir, jangan-jangan salah memberi umpan?

Apa yang terjadi di tengah lapangan terkait pembagian bantuan tersebut? Bagaimana respon masyarakat? Bagi masyarakat sendiri yang sudah mendapatkan segala jenis bantuan, sedikit pun tidak merasa terbebani untuk harus mengikuti keinginan dari yang memberikan bantuan. Ucapan terima kasih di bibir, foto bersama dengan orang yang memberikan bantuan yang kelak aka dimuat di sejumlah media masa sudah lebih dari cukup. Bisa jadi saat di bilik suara, masyarakat memilih pilihannya sendiri dan tidak ada sangkut pautnya dengan bantuan atau umpan-umpan yang sudah diterima, mungkin juga sudah lupa terhadap bantuan tersebut. Kenyataan itu terjadi dan ada.

Beragam umpan ada di sekeliling hidup kita. Melewati dan melintas di depan mata kita sendiri. Kehadirannya adalah sebuah keadaan dengan pilihan yang kita tentukan sendiri. Apakah menerima umpan tersebut ataukah menolaknya dengan berbagai macam pertimbangan, misalkan untuk menghindari balas budi. Terkadang cukup mengganggu pikiran untuk tidak menolaknya.

Share Button
Tags: , , , ,
Previous Post

Mengawali Hari dengan Cerita Subuh

Next Post

Daging Rendang Bukanlah Lengkuas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven + ten =