Kekuatan dan Keberadaan Pasar Tradisional

Meskipun dikelilingi oleh mini market, pasar tradisional yang tidak jauh dari rumah saya tersebut masih ada. Tidak terganggu sedikitpun atau bahkan tergeser oleh arus zaman. Keberadaan pasar tradisonal masih dibutuhkan oleh segala lapisan masyarakat.

Mini market dan pasar tradisional memiliki ciri khas masing-masing, baik itu dari segmen pembeli maupun tata kelola. Dari segi barang yang dijual juga tidak banyak perbedaan, apa yang dijual di pasar tradisional kemungkinan besar ada juga di mini market, hanya saja berbeda dalam soal kemasan dan tata letak barang.

Memasuki lingkungan pasar tradisional tidak ada aturan baku yang berlaku. Bahkan akan disambut dengan bau yang khas dan dijamin tidak akan ditemui di mini market yang ada. Bau sayur mayur, daging ikan, ayam, sapi dan yang pasti juga bau keringat antara penjual dan pembeli menjadi satu.

Baik dari sisi pedagang dan pembeli, saya yakin mereka semua tidak menghiraukan bau tersebut. Bagi pedagang mereka berjuang dan bekerja keras bagaimana caranya agar barang dagangan mereka laku dan habis, sedangkan bagi para pembeli bagaimana caranya berbelanja membeli barang kebutuhan dengan harga yang paling miring.

Suara teriakan para pedagang dengan berbagai macam nada dan oktaf yang bervariasi dan berusaha memikat calon pembeli dengan mudah akan dijumpai. Dialog tawar menawar harga ikut mewarnai kegiatan jual beli tersebut. Tawar menawar bisa berlangsung dengan sangat sengit demi untuk mendapatkan kesepakatan harga, karena barang yang akan dibeli sama sekali tidak ada label harganya. Saya pernah melihat seseorang yang berbelanja di mini market menawar barang yang diinginkannya. Sudah barang tentu tidak akan bisa ditawar karena terdapat label harga di barang tersebut.

Dalam benak saya berkata, barang yang ada label harganya saja bisa ditawar, lantas bagaimana dengan barang-barang yang ada di pasar tradisonal yang tidak ada label harganya? (Silahkan bayangkan dan jawab sendiri)

Jika pada hari sebelumnya sudah terdengar desas-desus ada kenaikan harga BBM atau gaji ASN akan naik, maka ada alasan yang kuat bagi pedagang untuk menaikkan harga barangnya. Dibutuhkan tenaga ekstra saat tawar menawar terjadi, karena pembeli juga tetap measa punya hak untuk menawar barang yang akan dibelinya. Dan satu hal yang pasti, terjadi lonjakan harga barang-barang di pasar tradisional saat mendekati hari raya kebesaran keagamaan.

Sikap lunak pedagang kepada pembeli bisa juga terjadi, mungkin pembeli tersebut sudah menjadi langganan pedagang tertentu dan tidak hanya satu kali berbelanja di tempat pedagang yang sama dan membeli barang dalam jumlah besar. Sudah barang tentu pedagang memberi perhatian lebih kepada pembeli tersebut dengan cara bersikap ramah dan memberikan harga yang special.

Terkadang pasar tradisional bisa menjadi tempat perkembangan sumber berita. Ditengah-tengah aktifitas jual beli dan tawar menawar harga, para pedagang dan pegunjung bisa membahas hal-hal dari mulai berita penting yang sedang beredar di tengah-tengah masyarakat bahkan hoax yang timbul, atau tentang berita keluarga, saling bertanya tentang kabar masing-masing keluarga. Mereka semua membahas dengan gaya bahasa masing-masing tanpa melihat status sosial yang disandang. Bisa juga solusi atas sebuah permasalahan ditemukan di sela-sela tawar menawar harga.

Ada strategi jitu jika ingin mendapatkan harga yang murah, biasanya para pembeli mengunjungi pasar saat pasar hendak tutup. Pedagang biasanya menjual dengan harga yang jauh lebih murah saat pasar pertama kali buka di pagi hari. Alih-alih barang tidak laku, busuk, layu dan tidak layak jual lebih baik ditawarkan ke para pembeli dengan harga yang murah dan biasanya tanpa bersusah payah menawar harga, pedagang dan pembeli sepakat dengan harga tersebut. Hal ini bisa disebut juga dengan discount, sale seperti pada mini market.

Tidak ada pewangi ruangan, tidak ada penyejuk udara (AC) dan tidak ada kemasan dan bungkusan barang yang menarik seperti di mini market. Sajian barang yang rapi, sedap dipandang mata terletak di rak dengan susunan yang baik seperti di mini market tidak akan dijumpai di pasar tradisonal. Barang dagangan bahkan diletakkan di pinggir jalan yang mengakibatkan lalu lintas macet, lebar bahu jalan menyempit.

Segala kekurangan yang ada di pasar tradisional jika dibandingkan dengan keberadaan pasar modern seperti swalayan, mini market tidak mengurangi sedikitpun pamor pasar tradisional. Pasar tradisional menerima semua orang untuk menggelar dagangannya dan tidak melarang pembeli untuk membeli dan berbelanja.

Akhir dari tulisan ini ingin menyampaikan bahwa, keberadaan pasar tradisional sangat kuat untuk membantu perputaran roda ekonomi untuk semua kalangan.

Share Button
Tags: , , , ,
Previous Post

Sapardi Djoko Damono, Selamat Jalan, Karyamu Abadi

Next Post

Tempe, Memang Enak dan Perlu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eleven − four =